abang roy,
hatimu sungguh mulia
dengan kesabaran yang tidak seberapa
kau tahan rasa lelah dan laparmu
dengan berpuasa sampai menjelang waktu berbuka
kau makan bersama sahabatmu
kau berjalan bersama sahabatmu
kau mengaji bersekolah dipondok
kau menimba ilmu dipondok
semangatmu yang semakin membara
dan senyum manis membara dari rika
yang telah tertanam didalam benak jiwa
tanpa menghiraukan panas dan keringat yang bercucuran
yang kau ingat bagaimana kamu bisa menghemat uang di pondok guna untuk bersedekah
abang roy.. karena jasamu kini ibu semakin bangga denganmu
tanpa harus menunggu dan berjalan sampai jemu..
hatimu sungguh mulia
dengan kesabaran yang tidak seberapa
kau tahan rasa lelah dan laparmu
dengan berpuasa sampai menjelang waktu berbuka
kau makan bersama sahabatmu
kau berjalan bersama sahabatmu
kau mengaji bersekolah dipondok
kau menimba ilmu dipondok
semangatmu yang semakin membara
dan senyum manis membara dari rika
yang telah tertanam didalam benak jiwa
tanpa menghiraukan panas dan keringat yang bercucuran
yang kau ingat bagaimana kamu bisa menghemat uang di pondok guna untuk bersedekah
abang roy.. karena jasamu kini ibu semakin bangga denganmu
tanpa harus menunggu dan berjalan sampai jemu..














